Dinilai Tak Sesuai Prosedur Penangkapan dan Penahanan, Kuasa Hukum Prapidkan Polsek Bosar Maligas dan Kejari Simalungun

Adv Frederiq Herlambang Rangkuti S.H., MH

Salingnews.com – Simalungun | Kantor Hukum Rangkuti & Partners yang diketuai oleh Adv Frederiq Herlambang Rangkuti S.H.,MH., selaku Kuasa Hukum Marben Hutasoit dan Ambrin Nababan sebagaimana Surat Kuasa Khusus No.007/SKK/RKT-P/IV/2022 tertanggal 09 April 2022, mendaftarkan dan memajukan gugatan permohonan Praperadilan di Pengadilan Negeri Kelas I B Simalungun dengan Nomor Registrasi Perkara Nomor 3/Pra.Pid/2022/PN Sim.

Dimana gugatan permohonan praperadilan tersebut kuasa hukum para pemohon mengajukan perlawanan lewat praperadilan terhadap Kepolisian Polres Simalungun Cq Polsek Bosar Maligas selaku Termohon I dan Kejaksaan Negeri Sumatera Utara Cq Kejaksaan Negeri Simalungun selaku Termohon II.

Informasi yang disampaikan, bahwa ada uang perdamaian Rp 10 Juta yang diminta oknum polisi untuk melakukan mediasi kasus, namun kliennya justru langsung ditahan.

Pada agenda persidangan, Kamis (12/5) Siang, digelar dengan pembuktian surat dan keterangan saksi-saksi.

Kedua pemohon yakni Marben Hutasoit dan Ambrin Nababan sebelumnya diduga telah mencuri 9 tandan sawit kebun milik PTPN IV Padang Matinggi.

Menurut Tim Kuasa Hukum selaku pemohon menyatakan bahwa penangkapan dan penahanan yang dilakukan oleh Termohon I (Kepolisian) dan Termohon II (Kejaksaan) adalah tidak sah.

Pihaknya meminta agar Termohon I mengembalikan uang perdamaian Rp 10 juta sesuai prosedur perundang-undangan. Kemudian, mengabulkan gugatan pra peradilan Pemohon atau jika hakim berpendapat lain mohon putusan yang seadil-adilnya.

Frederiq menyebutkan, sebelumnya oknum polisi Polsek Bosar Maligas telah meminta uang perdamaian Rp 10 juta untuk memediasi Marben dan Amrin dengan pelapor pihak kebun PTPN IV Padang Matinggi pada 21 Februari 2022.

Kasus ini kata dia, bermula dari kliennya memanen buah sawit sebanyak 9 tandan tanpa izin dari perkebunan PTPN Padang Matinggi.

Namun, ketika Pemohon dipanggil pihak kepolisian pada 7 April 2022, justru dilakukan penahanan oleh pihak kejaksaan Simalungun.

Setelah dilayangkan gugatan praperadilan tersebut, pihak Termohon II (Kejaksaan) langsung melimpahkan berkas perkara ke PN Simalungun.

Kedua terdakwa (Pemohon) telah disidangkan dan dijerat dengan pasal 111 atau pasal 107 huruf d UU No 39/2014 tentang perkebunan.

Disebutkan, Pemohon didakwa melakukan pencurian buah kelapa sawit di Afd V blok 00 Z PTPN IV Padang Matinggi di Nagori Adil Makmur Kecamatan Bosar Maligas pada 21 Januari 2022.

Tapi, aksinya diketahui petugas Papam Deni Septiandi dan M Afandi dan pelaku berhasil melarikan diri. Hingga akhirnya berhasil ditangkap satu bulan kemudian.

“Disitulah pihak Polsek Bosar Maligas meminta uang perdamaian Rp 10 juta untuk memediasi para pelaku dengan pihak perkebunan,” terang Frederiq.

Persidangan Pra Peradilan tersebut disidangkan oleh hakim tunggal Aries Ginting dilanjutkan Jumat (13/5) masih menghadirkan saksi untuk bukti tambahan.

Sumber : Hetanews & Tim Kuasa Hukum
Editor : Dedi Damanik

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *