Tim PKK Pematangsiantar Monitoring ke 8 Kelurahan

Salingnews.com – Pematangsiantar | Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Pematangsiantar melakukan monitoring ke delapan kelurahan yang akan mengikuti lomba tingkat Sumatera Utara. Monitoring dilaksanakan mulai Rabu hingga Senin (8-13/6).

Delapan kelurahan yang mengikuti perlombaan adalah Kelurahan Tanjung Tongah, Siantar Martoba untuk Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR), Kelurahan Pardomuan, Siantar Timur untuk kategori Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K).
Kelurahan Setia Negara, Siantar Sitalasari untuk Pemanfaatan Lahan Pekarangan (Hatinya PKK), Kelurahan Bane, Siantar Utara Inspeksi Visual Asam Asetat (Iva Test), Kelurahan Martimbang, Siantar Selatan lomba Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS), Kelurahan Sipinggol-pinggol, Siantar Barat Posyandu, Kelurahan Mekar Nauli, Siantar Marihat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terakhir Kelurahan Simarimbun, Siantar Simarimbun, untuk perlombaan Tertib Administrasi.

Untuk monitoring ke Kelurahan Setia Negara, pada Kamis (9/6), Tim PKK Kota Pematangsiantar diwakili oleh Ketua III Bidang Penguatan Ketahanan Keluarga Nani Sitepu didampingi Ketua Pokja III Nelli Rita Tobing, Wakil Ketua Joice Simanjuntak, Sekretaris Nurjannah dan Anggota Ratna Sibarani.
Di sana, tim PKK kota disambut oleh Ketua PKK Kecamatan Siantar Sitalsari Murniati Syahrul Ramadhan Pane, Ketua PKK Setia Negara Erika Irfan, Lurah Setia Negara Irfan, dan pengurus PKK kelurahan lainnya.

Nani Sitepu didampingi Nelli Tobing menjelaskan maksud dari monitoring ini adalah untuk membina Kelurahan Setia Negara dengan potensi yang ada dalam mengikuti perlombaan Pemanfaatan Pekarangan Lahan (Hatinya PKK) yang digelar Pemprov Sumut.

Menurut Nani, ini merupakan langkah awal bersama untuk mulai giat kembali. Tim PKK dari kota, kecamatan dan kelurahan saling bekerja sama, bersinergi, serta berkolaborasi dengan baik.
Nani berharap dengan monitoring ini, PKK bisa membina sekaligus memaksimalkan potensi dari masing-masing kelurahan dan kecamatan dengan membuat pilot projek sesuai dengan kondisi desa.

Monitoring dibuka dengan kata-kata sambutan memberikan motivasi untuk tetap melakukan yang terbaik meski dengan keterbatasan dana. Kemudian dilanjutkan dengan monitoring dan pembinaan ke rumah-rumah warga yang memanfaatkan pekarangan rumahnya dengan menanam sayur, cabai, buah, dan kolam ikan. (Tim)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *