Waketum Himapsi : “Simalungun Bangga Punya Jeka Saragih, Mari Kita Dukung Terus”

Wakil Ketua Umum DPP HIMAPSI Jheny Yusuf Saragih, S.Pd., M.Pd

Salingnews.com – Simalungun | ‘Siparutang Do Au Bani Simalungun’, mungkin hal ini yang ada dibenak Jeka Saragih saat menjadi atlet MMA. Sehingga, dalam setiap pertandingan yang dimenangkannya, atribut Budaya Simalungun seperti Gotong (ditempatkan di kepala) dan atribut lainnya, akan ditunjukkannya di hadapan para penonton bahkan ke seluruh masyarakat Indonesia.

Bagi orang-orang Simalungun, khususnya anak muda Simalungun, tentunya hal ini menjadi suatu motivasi tersendiri, seolah ingin mengatakan, tak ada yang tak mungkin bila belum dikerjakan.

Jeka Asparido Saragih, atlet MMA pemilik julukan ‘Sitendangan Maut’ dari Simalungun itu, berhasil mengukir prestasi From Zero to Hero dan mengharumkan Simalungun di kancah Internasional.

Fighter (petarung) kelahiran Bah Passusang itu baru saja mengukir kemenangan di ajang kompetisi Internasional Road To UFC, yang diselenggarakan di Singapura 6 Juni 2022 lalu, berhasil mengalahkan fighter asal India Pawan Maan.

Atas pencapaian tersebut, Wakil Ketua Umum Himapsi Jheni Yusuf Saragih menyampaikan apresiasi dan rasa bangga terhadap Jeka Saragih. Selaku putra Simalungun, sangat bangga dengan kompetisi yang sangat prestige yang diselenggarakan oleh UFC.

“Hal ini tentu selaku Warga Negara Indonesia, dan terkhusus Simalungun, memiliki euforia yang sangat luar biasa atas prestasi tersebut,” ujar pria pemilik gelar Magister Pendidikan itu.

Jheni mengatakan, Jeka Saragih telah menunjukkan kualitas terbaiknya dengan prestasi juara di One Pride MMA Indonesia. Dan dengan kemenangan melawan Pawan Maan, Jeka melaju kepertandingan Semi Final Road To UFC yang direncanakan di gelar di China, bulan Oktober mendatang.

“Saya berharap seluruh elemen, stake holder yang ada di Simalungun, dan juga di negara kita, agar memberi dukungan dan perhatian yang serius,” katanya.

Selaku Wakil Ketua Umum DPP Himapsi, Jheni memastikan akan selalu memberikan dukungan penuh baik secara moril maupun materil, karena dukungan tersebut merupakan bagian dari kekuatan dan semangat Jeka pada saat bertanding.

“Secara pribadi, sejumlah even olahraga yang diikuti Jeka sebelumnya, salah satunya PON yang digelar di Papua, saya selalu mendampingi beliau. Dengan itulah saya dapat mengaktualisasikan dukungan dan semangat kepada Jeka,” pungkas Dosen Universitas HKBP Nomensen itu. (Tim)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *