LLWA SALING Didukung Pemprovsu, Pemkab Simalungun, Polres Simalungun, dan Pemko Siantar

Salingnews.com – Simalungun | Perjalanan proses kegiatan Lomba Lintas Wisata Alam (LLWA) tingkat SMA/SMK sederajat se Sumatera Utara Tahun 2022 mendapat dukungan para stakeholder dan pemerintah daerah.

Sejak September lalu, kegiatan tersebut mendapat restu dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Dr H Asren Nasution MA. Yang kemudian restu dari Wakil Bupati Simalungun, H Zonny Waldy S.Sos MM.

Pembina Sahabat Lingkungan (SaLing), Rado Damanik, diikuti oleh kepanitiaan, pada perjalanan proses kegiatan, melakukan audiensi dengan pihak-pihak terkait seperti Kapolres Simalungun, AKBP Ronald Sipayung, SH, SIK, MH.

Selain itu, audiensi lainnya kepada pihak BPBD Simalungun, Satpol PP Simalungun, Dinas Lingkungan Hidup Simalungun, Dispora Simalungun, Dinas Pariwisata Simalungun, Dinas Kesehatan Simalungun, dan Perumda Tirtalihou.

Tak hanya Pemkab Simalungun, audiensi dengan Dinas Pendidikan Pemko Pematang Siantar, BPBD Siantar, dan Satpol PP Siantar, pun turut mendukung serta atensi terhadap kegiatan tersebut.

Selain itu, di luar dari dukungan pihak pemerintahan, dukungan turut datang dari Rektor Universitas Simalungun Dr Corry Purba, Ketua HIPPI Simalungun Arifin Sihombing, Mayjend TNI (Purn) Haposan Silalahi, dan mantan anggota DPD RI Dr Parlindungan Purba.

“Ungkapan rasa terimakasih kepada seluruh stakeholder dan sahabat lainnya yang tak dapat disebutkan satu per satu. Lomba Lintas Wisata Alam (LLWA) ini tidak akan berjalan sukses tanpa adanya dukungan dari setiap dinas terkait maupun kepala daerah. Harapannya, kegiatan seperti ini rutin dilakukan setiap tahunnya,” ungkapnya.

Ditambahnya, dari sisi pariwisata berbasis alam sebenarnya banyak di Simalungun khususnya. Dasar pemikiran melaksanakan kegiatan tersebut, kata Rado, adalah tak lain menambah wawasan kaum muda dini agar teredukasi terhadap pelestarian lingkungan dan program Pemerintah Pusat dalam memajukan pariwisata di sekitaran Danau Toba.

“Kegiatan ini disatu-padukan agar lebih mengena pada setiap sisi. Pada pelestarian alamnya, minimal para pelajar tidak membuang sampah sembarangan dan lebih menghargai lingkungan. Dan tema kegiatan ini adalah Ramah Lingkungan, Gaya Hidupku. Tentunya hal ini tidak mudah, diperlukan kreatifitas kaum milenial dalam melakukan edukasi serta kampanye terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan,” tutupnya.

Penulis : Dedi Damanik
Editor : Dedi Damanik

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *