Merasa Sedih, Nirwana Purba Tenaga Pendidik di Simalungun Dilaporkan Orang Tua Murid

Salingnews.com – Simalungun – Seorang guru yang mengajar di bidang pendidikan Agama Islam di salah satu Sekolah Dasar Negeri yang berada di Kabupaten Simalungun mendapat tuntutan dari orang tua murid dan pihak ke tiga.

IMG-20210316-WA0010Pasalnya, Nirwana Purba seorang guru mata pelajaran Agama Islam di Sekolah Dasar Negeri 091264 Dolok Malela, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, dilanda rasa sedih.

Hal itu dikarenakan salah satu orang tua murid berinisial DA Damanik melaporkan guru tersebut ke Polres Simalungun.

Menurut keterangan Nirwana, bahwa ada satu kejadian di tahun 2019 saat proses belajar mengajar terhadap siswa siswinya di sekolah. Saat itu sedang berlangsung jadwal mata pelajaran Agama Islam pada murid kelas V.

Nirwana Purba memberikan tugas rumah kepada muridnya tersebut untuk menghapal sebuah ayat Alquran. Setelah diberi waktu untuk menghapal ayat tersebut, ternyata ada beberapa murid yang belum juga bisa menghapal tugas pelajaran yang diberikan. Setelah tiga bulan lamanya diberi waktu untuk murid kelas V tersebut, dan hasilnya beberapa murid itu tetap belum bisa mengerjakannya.

Karena merasa kecewa terhadap beberapa murid yang belum menyelesaikan tugas rumah yang diberikan, Nirwana melontarkan ucapan yang menurut orang tua murid kurang pantas.

“Udah tiga bulan lamanya dikasih waktu, kalian gak hapal juga, kalau minggu depan kalian juga tidak hapal, sedot WC lah kalian cocok dibuat ya,” ucapnya dengan geram.

Kalimat itu diucapkan Nirwana, sebab ia berharap agar anak-anak yang belum hafal dapat lebih serius untuk mengahafalnya.

Ternyata dengan ucapan tersebut, ada salah seorang orang tua murid yang berinisial DA Damanik keberatan. Nirwanapun sadar akan kekhilafan ucapannya yang kurang pantas didengar kepada anak muridnya itu.

“Pada hari rabu (3/2/2021) Kepala Sekolah bersama saya langsung membuat pertemuan di Sekolah, bersama dengan orang tua murid dan guru-guru lainnya. Saya pun meminta maaf dan saya sampaikan tujuan saya hanya untuk mendidik dan mendisiplinkan siswa yang belum hafal pak,” terang Nirwana.

Dalam pertemuan itu Nirwana Purba menyampaikan permohonan maaf secara lisan kepada seluruh orang tua murid. Semua sudah saling memaafkan dan salam salaman. Lewat pertemuan itu disepakati juga akan membuat  surat pernyataan damai. Dan kemudian permasalahan sudah dianggap selesai.

“Pada pertemuan itu, saudara DA Damanik hadir di sekolah, hanya saja beliau tidak ingin masuk, setelah kami ajak masuk ke ruangan pertemuan, beliau mengatakan sedang menunggu seseorang,” tambahnya.

Tanpa sepengetahuan banyak orang, saat itu, orang tua murid DA Damanik memanggil seseorang berinisial BH untuk datang ke tempat pertemuan.

Keesokan harinya, suami dari Nirwana Purba datang menemui orang tua para murid untuk menandatangani surat perdamaian. Namun ada beberapa yang tidak bersedia menandatangani.

Tidak seperti hasil kesepakatan sehari sebelumnya. Hal ini disinyalir dikarenakan ada oknum ikut memprovokasi dan mendoktrin beberapa orang tua murid serta memberikan kuasa kepada oknum tersebut untuk mendampingi sepenuhnya permasalahan dengan dilanjutkan secara hukum.

“Karena masalah ini sudah masuk ke ranah hukum, maka saya mencari pengacara untuk mendampingi saya dalam permasalahan ini. Saya memilih kantor Hukum Million Bangun S.H & Partners,” ujar Nirwana.

Million Bangun selaku pengacara dari guru tersebut mengatakan bahwa Nirwana seorang guru yang tulus atas niatnya hanya untuk mendidik dan mendisiplinkan pada siswa siswinya.

“Hal ini saya katakan dikarenakan sebelum dilaporkan ke pihak kepolisian, orang tua murid yang berinisial DA Damanik telah mencemarkan nama baik beliau di Huta Dipar dengan menunjukkan video yang bermaksud untuk mencoreng nama baik seorang guru tersebut, akan tetapi beliau tidak ingin menuntut balik akan hal itu,” terang Million.

Masih lanjut Million, Bahkan Nirwana bersama suaminya telah berkunjung ke kediaman saudara DA Damanik untuk mengklarifikasi masalah ini dan telah berpelukan untuk saling memaafkan.

Dan dari rumah kediamannya, saudara DA Damanik mengajak Nirwana untuk bertemu dengan seseorang berinisial BH yang dalam hal ini dikatakan saudara DA Damanik sebagai kuasa hukum dari orang tua murid.

Setelah bertemu dengan BH di salah satu rumah makan yang berada di jalan asahan. BH menyuruh DA untuk pulang. Kemudian BH mengajak Nirwana dan suaminya pergi ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Simalungun.

“Sesampainya di sana, Kasi Pendais Utuh Sumiono dan Pengawas memediasi pertemuan tersebut. Saat pertemuan itu lah, BH yang merupakan masyarakat biasa mengatakan untuk menyelesaikan permasalahan ini, Nirwana harus menyiapkan uang sebanyak 100 juta,” ucap Million meniru pernyataan BH.

Ketika BH dikonfirmasi oleh awak media, membenarkan bahwa dia sebagai penerima kuasa untuk kepentingan pendampingan hukum non litigasi sehubungan dengan perkara tersebut.

Ditambah Million, timbul dugaan bahwa BH disebut-sebut juga berprofesi sebagai wartawan. Karena cerita tentang kejadian tersebut sudah diberitakan ke salah satu media online dengan pemberitaan yang tidak berimbang. Bahkan, cerita dalam berita tersebut faktanya sudah diputar balik dengan kejadian sebenarnya yang dialami oleh Nirwana Purba.

Menurutnya, dikarenakan pemberitaan yang tidak berimbang, Nirwana Purba melalui tim pengacaranya telah mengirimkan Hak Jawab dan Hak Koreksi kepada Pimpinan Redaksi tersebut. Akan tetapi hingga sampai saat ini, permintaan yang dilakukan oleh tim pengacara Nirwana belum ada. (Tim/Red)

Share

Baca Juga