Ratusan Massa Seruduk Kantor Bawaslu Simalungun

Salingnews.com – Simalungun | Sejumlah ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Pilkada Bersih di Kabupaten Simalungun, mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Simalungun yang beralamat di Jalan Pematangsiantar – Saribu Dolok No. 16, Panei Tongah, Panei, Kabupaten Simalungun, Senin (08/12)

IMG-20201208-WA0022Ket. Foto: Massa Saat Berada di Kantor Bawaslu Kabupaten Simalungun/tim

Adapun tujuan kehadiran ratusan masyarakat adalah untuk mempertanyakan perkembangan sejumlah laporan masyarakat terkait pelanggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Simalungun Tahun 2020.

Dari pantauan awak media salingnews, tampak di lokasi salah seorang komisioner Bawaslu Kabupaten Simalungun, Choir Nasution menyambut kehadiran masyarakat yang berdemonstrasi.

Pada kesempatan itu, Dearmando Damanik selaku Koordinator Aksi menyampaikan beberapa persoalan pelanggaran Pilkada Simalungun, baik laporan yang sudah masuk ke Bawaslu, maupun terkait salah satu video yang telah beredar luas yang diduga berlokasi di Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun.

Dalam rekaman video tersebut, Dearmando mengungkapkan bahwa salah seorang masyarakat menyert-nyeret nama salah seorang komisioner Bawaslu Simalungun Choir Nasution, dimana menurutnya terlibat dalam indikasi ‘money politik dalam pelaksanaan pilkada Kabupaten Simalungun.

Menyikapi hal itu, Choir Nasution yang sejak awal berlangsungnya unjuk rasa, hanya seorang diri menghadapi para pengunjuk rasa, akhirnya memberi tanggapan.

“Silakan dilaporkan jika saya terbukti melakukan tindak pidana, tapi jika tidak terbukti, saya akan mengadukan kembali,” tegas Choir

Selanjutnya terkait laporan yang disampaikan oleh masyarakat, dirinya mengatakan bahwa ada 19 laporan pelanggaran Pilkada yang di antaranya pelanggaran administrasi dan tindak pidana pemilu.

DIa menjelaskan, Bawaslu Simalungun menerima setiap laporan dari masyarakat terkait pelanggaran Pilkada. Pihaknya tidak menentukan, apakah laporan tersebut diterima atau ditolak.

“Kalau untuk laporan masyarakat, itu sudah di proses di Gakkumdu,” ungkap Choir

Salah satu masyarakat, bernama Domenson Sipayung menyampaikan kekecewaannya terkait laporannya, dimana diungkapkannya Bawaslu Simalungun justru mengeluarkan surat yang menerangkan bahwa laporannya tidak memenuhi syarat formil dan materil.

Mendengarkan hal itu, Choir membenarkan surat dari Bawaslu tersebut, dan mengatakan bahwa seluruh laporan harus sesuai mekanisme.

Masyarakat yang tidak puas dengan jawaban dari Bawaslu Simalungun, akhirnya menegaskan ketidakpuasan mereka dan berniat untuk melanjutkan pengaduan kinerja Bawaslu ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

“Kalau ingin mengajukan ke dkpp, sesuai dengan mekanisme yang berlaku, saya setuju untuk itu,” kata Choir

Share